It’s Time, Girls

Apa jawab Anda bila ada pertanyaan seperti ini : Hal apa yang sering kita lakukan, menjengkelkan banyak orang, merepotkan diri sendiri, tapi sangat enggan kita hilangkan? Jawaban saya, cuma satu : MENUNDA.

Meski tahu menunda adalah kebiasaan buruk, mengganggu kelancaran pekerjaan banyak orang dan diri sendiri, tetap saja banyak orang yang senang melakukannya. Selain urusan kerja, kita juga sering menunda menghentikan kebiasaan buruk yang mengganggu kesehatan. Kita tahu, naik ke tempat tidur lebih awal dan bangun lebih pagi itu penting sehingga ada waktu untuk olahraga. Tetapi, kita menunda melakukannya dengan segera. Baru panik ketika tubuh terasa tak karuan, letih berkepanjangan. Itu semua karena satu kata : menunda. Mengapa kita menunda sesuatu? Seorang teman bilang kalau menunda adalah bentuk dari nyaman. Menunda, membuat kita tetap berada dalam satu keadaan yang kita suka. Sementara kalau kita melakukan sesuatu, berarti ada yang diburu dan memburu. Itu tidak enak. Begitu katanya. Saya pikir, teman ini ada benarnya. Berhenti menunda, perlu niat. Perlu tekat. Perlu keberanian. Enam bulan lalu, saya belajar dari Dr. Tan Shot Yen bahwa konsumsi gula berlebihan harus dihentikan. Tetapi kenikmatan rasanya, membuat saya memilih untuk menunda. Nanti sajalah, toh efek pada diri sendiri belum tampak (atau tepatnya belum ketahuan?). Tetapi tiga hari lalu, saya lantas teringat pada pertemuan dengan Dr. Tan.

Apa penyebabnya? Saya bertemu seorang gadis berusia 16 tahun berbobot 98 kg, susah bergerak dan terancam kena diabetes dan jantung. Sumber masalahnya : Pola makan dan minum yang sarat gula. Maka, saya putuskan untuk tak lagi menunda menghentikan konsumsi gula yang tak penting. Berat? Memang. Tidak nyaman? Sangat (mengingat saya pecinta cookies, cokelat karamel…). Tetapi kalau saya menunda lagi, lantas siapkah saya ketika efek buruk itu melanda nanti? Rasanya, tidak. Ini waktu yang tepat untuk memutus kebiasaan buruk itu.

Mari berhenti menunda. Mari bergerak, kerjakan yang penting. Hentikan kebiasaan yang merusak. Sekarang.

Ayo!

 

*pernah dimuat di Prevention Indonesia

Leave a Reply