Terus Belajar

Beberapa malam yang lalu, saya kembali bertemu dengan seorang teman lama. Sudah hampir 10 tahun kami tak bertukar cerita. 
Ternyata dia tak banyak berubah. Tetap ramai dan banyak tawa. Kami bertukar cerita sana sini sementara di ujung restoran ada sebuah grup musik yang memainkan nomor-nomor lawas.

Tiba-tiba teman saya ini bercerita, “Sudah sebulan ini aku kursus main gitar. Sebetulnya sudah dari jaman dulu ingin main gitar. Tapi tidak sempat-sempat. Tiba-tiba kemarin lewat di depan toko musik yang menyediakan kursus, aku masuk dan…. Jeng-jeng-jeeeng: aku kursus!”  lalu ia menyambung dengan tawa kecil. Gembira sekali dia.

Ia lantas menceritakan proses latihannya yang tidak terlalu mudah, “Ya, tahu sendiri deh ini jariku kan umurnya sudah 50 tahun lebih. Sudah pasti kaku-kaku. Belum lagi otak yang tak secerdas jaman remaja dulu. Jadi guru gitarku perlu kesabaran ekstra…” katanya lagi.

Sekarang sudah bisa lagu apa?

“Oh, aku ambil pelajaran gitar klasik. Jadi masih latihan jari. Melelahkan, tapi menyenangkan. Karena ternyata rangkaian bunyinya sangat menyejukkan telinga dan mengurangi stress.”

Apa yang bisa diambil dari cerita teman saya ini?
• Belajar hal baru membuat otak kita bekerja lebih keras. Membuat aliran darah mengalir lebih lancar karena ada hasrat dan semangat. Dan itu pantas dilakukan di usia berapa pun. Jangan malu, jangan sungkan. Jangan pedulikan omongan orang.

• Karena memberi manfaat yang begitu hebat, maka belajar hal baru bisa dilakukan di usia berapa pun. Jubing Kristianto, maestro gitar Indonesia, bercerita ia punya murid baru yang berusia 60 tahun!

Jadi, kalau kesempatan belajar hal baru itu datang menghampiri Anda hari ini, TANGKAPLAH! Jangan ragu.

 *pernah dimuat di majalah PREVENTION INDONESIA

Leave a Reply