Tentang Tur Pertama Ini….

Betul, Ari Malibu dan saya –Reda Gaudiamo- akhirnya berangkat tur. Untuk yang pertama kali dalam sejarah duet kami sejak terbentuk banyak tahun lalu.

www.malesbanget.com, memberi judul begini: Edan, Di Usia Kepala 5, Dua Musisi Malah Memulai Tur Nonstop 6 Kota!
(http://malesbanget.com/2016/05/edan-di-usia-kepala-5-dua-musisi-malah-memulai-tur-nonstop-6-kota/)

Membaca judulnya, saya jadi deg-degan. Mules.
Tiba-tiba saya disadarkan bahwa kami memang akan berangkat tur, ke enam kota, non-stop. Ini kegiatan kami mulai tanggal 14 Mei nanti: Berangkat→ Tiba→ Cek Sound→Main→Tidur→ Berangkat lagi → Tiba lagi → Cek Sound lagi → Main lagi→ Tidur… Begitu terus selama 6 hari.

Oh, sebentar, sebelum berangkat tanggal 14 Mei, malam sebelumnya, yaitu malam ini: 13 Mei, kami akan main dulu di CoffeeWar, sebagai konser pertama dari tur ini. Buat kami berdua, CoffeWar selalu jadi tempat istimewa. Karena di sinilah kami memutuskan untuk terus menyanyi. Di sini juga, kami akhirnya sepakat bahwa apa yang sudah kami mulai harus dilanjutkan. Adalah Yogi D. Sumule yang membantu kami melihat semua itu. Pintu kedainya yang selalu terbuka, wangi kopi yang selalu menyambut, kehangatan yang tak pernah putus membuat kami sadar bahwa ini bukan perjalanan iseng-iseng. Bahwa duet ini memang perlu dilanjutkan.

Kami berhutang pada banyak orang, teman-teman yang sempat mendengar, menyimak dan menyukai apa yang kami lakukan bertahun lalu. Bila tiba-tiba kami berhenti, dan memutuskan untuk menyudahi semua, berarti kami sudah menjadi orang paling egois yang pernah kami kenal. Walk on, we must.

Apa yang sudah kami mulai pada suatu ketika, yang sempat kami sendiri ragukan, tiba-tiba tumbuh, meninggi dan sebaiknya dibiarkan terus tinggi. Untuk itulah, kami memutuskan melakukan banyak hal. Mulai dari lebih sering bermain di tempat-tempat anak muda berkumpul, membuat rekaman album baru, show di Jerman dan Belanda, kemudian konser perdana atas nama AriReda, dan sekarang tur ke enam kota: Jakarta – Malang – Surabaya – Jogjakarta – Denpasar – Makassar.

Perjalanan cukup panjang bila dihitung jarak kilometernya. Felix Dass, yang mengatur semua ini, menulis di blog AriReda, bahwa tur direncanakan ketika ia sedang berlibur. Kelihatannya begitu nyaman. Tetapi saya tahu dan percayalah itu bukan hal gampang. Bahwa semua terjadi dalam waktu dekat, itu karena ada Felix menghubungi semua temannya, karena ada jaring saling silang yang mengikat semua pihak dalam nama musik Tanah Air. Tanpa itu semua, tur ini tak akan berlangsung. Banyak orang baik mengelilingi…. Terima kasih untuk kasih sayang yang diberikan tanpa henti ini. Friends: you are awesome!

Sekarang di hadapan poster tur yang sudah dicetak, album EP selesai diduplikasi, merchandise tertumpuk rapi di koper: debar jantung saya mendadak kencang. Saya –dan juga Ari Malibu—disadarkan bahwa ini bukan kegiatan lucu-lucuan di waktu luang sehabis kerja dan memanfaatkan cuti kantor yang tidak banyak lagi. Tur ini adalah keputusan besar yang akan diikuti dengan keputusan-keputusan lain yang tidak kalah besar dan panjang. Debar jantung yang mendadak kencang ini, saya nikmati dengan sungguh.

Someone just popped up a question: “But why now?”
And I heard myself saying: “Why not? Now is the best time.”