KARTU NAMA

Jaman kecil saya suka mengumpulkan kartu nama. Milik Bapak. Mulai dari namanya masih pakai nama Tionghoa, sampai ganti pakai nama latin itu. Meski ukurannya sama, tapi tipe huruf beda-beda.
Juga nama perusahaan yang ada di sudut atas kartu. Kadang-kadang ada yang pakai tinta emas, ada yang ujungnya lancip, ada yang membulat, ada yang tintanya hitam pekat, ada yang agak abu-abu, juga biru. Kertasnya ada yang tebal, agak tipis, mengkilap, matte, transparan, bahkan yang dari plastik pun ada.

Banyak! Mereka terkumpul karena Bapak rajin pindah kerja. Ada belasan, atau bahkan puluhan kantor pernah jadi tempat kerjanya. Saya lupa menghitung. Yang pasti, setiap dapat kartu nama baru, pasti ia berikan beberapa helai pada Mak dan saya. Buat saya, kartu-kartu itu gaya sekali.

Jaman SMA, ada tren bikin stiker bergambar yang memuat nama, alamat, nomor telepon atau zodiak. Hampir semua teman buat stiker itu. Setelahnya saling bertukar. Saya, tidak buat. Saya mau kartu nama yang gaya, seperti punya Bapak. Bukan stiker.

Lalu waktu itu pun tiba.
Beberapa bulan sebelum lulus S1, saya diterima bekerja di majalah Gadis. Dan lahirlah kartu nama pertama saya. Bangganya bukan main. Tapi belum genap dua tahun, saya dapat tawaran kerja baru, jadi copywriter sebuah perusahaan kosmetik dari Amerika. Kartu nama kedua, dengan logo perusahaan baru pun hadir. Dua tahun berikutnya, begitu lagi dan lagi. Total ada 14 kartu nama berhasil saya kumpulkan selama 31 tahun berkantor. Lumayan ya? Modelnya macam-macam. Hampir semua model kartu nama yang dimiliki Bapak, saya punya. Cuma kartu nama dari bahan plastik yang tidak ada. Sudah nggak jaman, kayaknya.

Hari ini, setelah mengumpulkan 14 kartu nama berlogo aneka perusahaan, saya perkenalkan kepada Anda semua: 4 kartu nama yang memuat nama sendiri dengan coretan buatan sendiri juga sebagai pengganti logo perusahaan ☺.

Silakan dilihat: Kartu nama saya, buatan saya, untuk keperluan saya. Boleh juga ya? Dicetak di Snapy WTC2, dikerjakan oleh Mas Tony yang baik hati dan sabar, kartu-kartu ini selesai dengan cepat. Ketika menerimanya dalam kotak plastik transparan, hati melompat-lompat senang. (kalau sempat ketemu di Snapy, kalian pasti melihat betapa lebarnya senyum saya tadi)

Sejak Jumat lalu saya sudah membagikannya kepada beberapa teman. Termasuk mantan bos dan sekretaris divisi saya. Kalau kita bertemu nanti, jangan lupa minta, ya. Kalau nanti habis bagaimana? Ya buat lagi saja dengan gambar-gambar baru!

Lagi: satu hari berakhir dengan sangat memuaskan.

#merdeka

2 Comments

  1. How liberating it is to be able to create your own business card and that you don’t have to conform with any existing designs and design guides. Cheers to more liberating actions in your future. Hugs from the deep freeze zone.

    • I never realise that a simple thing -like creating my own biz-card- can be this liberating.
      Thank you for supporting me endlessly, Tut. Much love, r

Leave a Reply