Surabaya

#mengaji - Na Willa 1 Reda Gaudiamo

 

Di sini saya menemukan Farida, Dul, dan Bud.
Sahabat-sahabat pertama saya.
Kami berkumpul, bermain, setiap ada kesempatan.
Tak kenal waktu.
Tak kenal tempat.

Ibu kami bersahabat juga.
Begitu pun ayah kami.
Ada banyak pagi, ketika para ibu saling berkunjung, duduk di beranda, menikmati teh hangat dan kue untir-untir.
Bapak-bapak menghabiskan waktu di minggu pagi, kerja bakti.
Malam hari menjaga keamanan kampung.
Atau sore hari mengopi di kedai, di ujung gang.

Di rumah saya, Ida, Dul, dan Bud bisa membaca buku apa saja, mendengarkan piringan hitam Mak, atau menikmati jajanan sore buatan Mbok.
Dan setiap minggu siang, Ida pasti datang ke rumah, minta jatah gambar yang saya dapat dari Sekolah Minggu. Ia menyimpannya di buku gambar. Rapi sekali.

Di rumah Ida, bersama Dul, Bud, dan Ida saya duduk bersama anak-anak lain, menghadap kitab suci. Mak tahu, di sana saya memegang lidi, menyusuri tulisan-tulisan dalam bahasa Arab, lalu menirukan lafal guru yang duduk di depan sana.

Di bulan puasa, Mak menyediakan makanan pembuka puasa di rumah, karena siapa tahu mereka masih berada di rumah kami ketika beduk berbunyi. Tak sempat lari ke rumah masing-masing. Atau karena saya anaknya suka iri. Maunya berbuka puasa juga seperti Farida, Dul, dan Bud.

Sehari dua sebelum Lebaran, Mak akan mangkal di dapur rumah seberang, membantu ibunya Ida memasak. Kakaknya Ida yang paling besar adalah kiai terkenal, di hari istimewa itu tamunya banyak sekali. Berbaris sampai ke mulut gang. Di malam takbiran, piringan hitam Mak yang berisi lagu Keagungan Tuhan –dinyanyikan oleh Ida Leila, pasti sudah nginap di rumah ibunya Ida. Dan sepanjang siang akan diputar. Kami menikmati dari rumah sendiri.

Bila Natal sudah dekat, Farida tahu kegiatan paling menyenangkan hatinya tiba: menghias pohon natal. Kami membuat bermacam hiasan sendiri, menggantungnya, dan menikmatinya bersama.

Tak ada cemas, tak ada curiga.
Semua berjalan baik dan indah.

Itu yang saya tahu tentang Surabaya.
Itu Indonesia yang saya kenal.
Yang saya rindukan.

 

Keterangan gambar: Mengaji –  Na Willa, Reda Gaudiamo. Ilustrasi Cecillia Hidayat

Leave a Reply